SALAM HANGAT DARI

RIO ADI GUNAWAN

#1 Digital Entrepreneur Indonesia | Founder & President PT Digital Pelatfom Internasional

SALAM HANGAT DARI

RIO ADI GUNAWAN

#1 Digital Entrepreneur di Indonesia

Founder & President PT Digital Pelatfom Internasional

 

ANAK MUDA DARI DESA KECIL YANG MEMILIKI IMPIAN BESAR

 

Hai, Rio Adi Gunawan disini saya ingin membagikan secara singkat perjalanan saya membangun bisnis dari NOL bahkan minus. Dan berharap tulisan ini memberikan pengaruh positif untuk anda.

 

Saya lahir dari keluarga yang bukan seorang pengusaha, di kota kecil bernama Jember - Jawa Timur, lebih tepatnya saya lahir di sebuah desa +- 12 km dari pusat kota jember " Desa Mayang " namanya.

 

90% masyarakat di desa saya lahir, memiliki mata pencaharian seorang PETANI TEMBAKAU, begitu pula ayah saya. 

bermain di gunung | tahun 2010

Ketika muda, saya sama seperti anak kampung pada umumnya. Bermain dengan teman - teman di kampung, baik bermain di atas gunung, mandi di sungai, ataupun di tepi pantai. 

Tidak ada hal yang spesial. Lucu memang ketika saya mengingat masa - masa kecil di desa Mayang tersebut. 


Namun yang 1 hal yang saya ingat pada waktu itu adalah " Tidak Pernah Mengeluh ". Saya sangat bangga lahir di sebuah desa, hidup mandiri, jauh dari hal - hal glamor. 

Yang ada di benak saya pada waktu itu adalah tumbuh dewasa sesuai dengan jalur yang benar.

DI TEMPA SECARA MENTAL & FISIK

UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG

Ini adalah salah satu hal yang pada akhirnya saya memahami bahwa seseorang yang sukses dalam hidupnya memiliki " MENTAL SEORANG PEMENANG "

 

Tepat di usia 11 tahun, pertama kali saya masuk kedalam pelatihan atlet bulutangkis profesional di kota jember. Tidak kurang dari 11 X dan 30 jam per-minggunya saya berada dilapangan bulutangkis.

 

Saya di tempa habis - habisan baik secara fisik ataupun mental untuk mampu menjadi yang terbaik. Tidak ada kata lelah, letih ataupun bosan selama saya berlatih sebagai atlet, meskipun dari usia 11 tahun hingga 17 tahun saya melakukan hal yang sama ber-ulang - ulang kali. 

Salah satu hal yang saya dapat di dunia atlet adalah " IMPIAN, KONSISTEN & KERJA KERAS " . Dan inilah yang membentuk kepribadian saya hingga hari ini. Sekaligus saya sangat bersyukur lahir di sebuah desa dan keluarga yang sangat sederhana serta penuh kekurangan, karena hal tersebut lah yang menempa kita tanpa kita menyadarinya.

BERKENALAN DENGAN INTERNET

Perkenalan saya dengan teknologi dan internet berawal di kelas 5 SD. Pada waktu itu saudara sepupu saya yang berusia 16 tahun mengajak untuk pergi ke warnet ( Warung Internet ), karena beliau sedang mengerjakan satu tugas sekolahnya dan membutuhkan internet.

 

Ini adalah kali pertama saya mengetahui ada 1 hal baru bernama " INTERNET ", beliau menunjukan saya 1 situs yaitu " Google™ ". Dari hal ini lah saya mulai menyukai yang namanya internet dan teknologi. 

Saya se-akan merasa bahwa dunia adalah didalam layar komputer warnet pada waktu itu. Saya bisa melihat foto artis, mendengarkan musik, dll.

 

Karena kurangnya biaya, saya hanya bisa pergi ke warnet 1X dalam seminggu, itu pun cuma 1 jam, pada waktu itu per-jamnya Rp 1.500 

 

Namun ke-ingin tahuan saya tentang dunia internet terus meningkat dan akhirnya saya berpikir " Bagaimana saya mampu pergi ke warnet dan menyewa hingga 2-3 jam ? " 

Dan hal tersebutlah yang membuat saya akhirnya mencoba peruntungan dengan berjualan di Internet. Barang pertama yang saya jual di Internet adalah " ALAT SULAP ". Tepat sekali pada waktu itu sedang trend kompetisi sulap di televisi RCTI bernama " THE MASTER "

100 JUTA PERTAMA DARI INTERNET

Banyak orang bilang bahwa " Sukses Tidak Pernah Instant ". Dan hal tersebut benar 100 %, namun hal yang menarik adalah saya mampu menghasilkan 100 juta pertama bahkan sejak 5 SD dengan berjualan alat sulap.

 

Dan hari ini saya menyadari bahwa saya melakukan hal tersebut dengan beberapa prinsip :

  • Punya alasan kuat
  • Tidak pikir panjang
  • Pemilihan waktu
  • Massive Action
  • Mengikuti metode dan cara yang berhasil

Tidak ada yang INSTANT, tapi ADA JALAN TOL

 

Hingga hari ini, saya masih mampu memainkan trip sulap +- 30 jenis. Saya mau sedikit memberi tahu anda buktinya di video. Keren Toh ?

<------- HOW I PLAY MAGIC

BERHENTI DARI DUNIA ATLET

Pada usia 17 tahun, saya memutuskan untuk berhenti menjadi atlet. Salah satu alasannya karena karir yang tidak kunjung membaik & tidak mampu bersaing dengan pemain - pemain lain.

 

Dari kegagalan inilah saya belajar tentang yang namanya " BEKERJA PINTAR " , tidak cukup jika kita hanya mengandalkan kerja keras kita perlu kerja pintar.

 

Dan usia 17 tahun inilah saya di intruksikan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tidak mudah memang, karena kondisi orang tua kurang mampu untuk membiayai kuliah.

 

Hingga akhirnya orang tua meminjam dana untuk membiayai kuliah dibantu dengan uang yang saya kumpulkan sejak kecil. 

Tujuan utama melanjutkan studi adalah agar bisa bekerja di sebuah perusahaan baik & hal itu pula yang memutuskan saya memberanikan diri untuk merantau ke-kota jakarta. 

Dengan impian, dikota ini banyak lowongan pekerjaan dengan gaji yang baik.

 

Pada tahun 2012, saya sampai di kota Jakarta dan tinggal di sebuah rumah kost ber-ukuran 2x2 meter.

 

Dan di rumah kost inilah saya memahami perkataan banyak orang seperti " Jakarta Itu Keras " . 

 

Saya banyak berteman dengan kakak - kakak kelas yang sudah lulus 5 - 10 tahun, dan saya bertanya kepada mereka " Apa yang mereka lakukan sesudah lulus kuliah, dan bagaimana hasilnya ? " 

 

Hal inilah yang membuat saya berpikir ulang dan banting setir, karena 90 % dari mereka pada akhirnya menjadi karyawan dan menghasilkan 4 - 10 juta setiap bulannya, dan mirisnya mereka masih tinggal di rumah kost ukuran 2 x 2 meter

** Illustration

FOUNDER OF RAZER

1 SEMINAR YANG MENGUBAH SAYA

Tepat 10 November 2012 ( Hari Pahlawan ), saya masuk dalam  1 seminar bertemakan " Spirit Of Entrepreneurship " dengan narasumber waktu itu :

  • Joko Widodo ( Presiden Indonesia )
  • Hary Tanoe ( CEO MNC GROUP )
  • Andrie Wongso 

Seminar ini yang akhirnya membuat saya punya keputusan yang bulat untuk banting setir menjadi seorang pengusaha. 
 

Salah satu alasannya adalah karena kita bisa memberikan makan sekaligus memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain.

INVESTOR FACEBOOK - UBER

MENGAWALI SEBAGAI SEORANG SALESMAN

Awal mula, saya tidak langsung membangun perusahaan. Alasan terbesarnya adalah tidak memiliki modal yang cukup untuk membangun perusahaan.

 

Dengan pengalaman yang ada, saya bermula dari seorang salesman MLM, menjual produk - produk kesehatan dengan cara direct selling ataupun door to door.

 

Sangat bersyukur, karena dalam waktu yang singkat saya mampu untuk mendapatkan hasil, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

 

Namun, angin mengarahkan saya pada tahun 2014 untuk memutuskan " NAIK LEVEL ".

 

Dari yang sebelumnya hanya pasar Indonesia, saya mendapatkan tawaran untuk menjual produk dengan pasar Internasional.


Dari sinilah saya kembali bertemu dengan internet, teknologi dan digital.

KEMBALI MENDALAMI DUNIA DIGITAL

Pertengahan 2014, saya memutuskan untuk berhenti menjadi salesman MLM dan NAIK LEVEL untuk berbisnis internasional dengan " Affiliate Marketing "

 

Dan seperti yang saya perkirakan sebelumnya, saya mendapatkan kesuksesan begitu besar dalam industri ini, mulai dari ratusan hingga milyaran per bulannya dari pasar internasional.

 

Saya mencoba untuk mendalami hal ini dengan terus belajar dan menggunakan prinsip " Belajar Lebih Banyak & Cepat " . Saya mulai berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan Top - top Affiliate Marketer dunia.

Hingga pada tahun 2016 saya memutuskan untuk " NAIK LEVEL " lagi, dan mempersiapkan serta membangun perusahaan saya sendiri.

VISI KAMI :

Dan hari ini bukan lagi tentang saya bukan lagi tentang " Rio Adi Gunawan ". Saya membangun DigitalEntrepreneur.co.id untuk menjadi solusi sekaligus membantu orang - orang seperti anda dapat menemukan ide bisnis, memulai, dan mengembangkan kerajaan bisnis digital yang menguntungkan serta jangka panjang.

 

ANAK MUDA DARI DESA KECIL YANG MEMILIKI IMPIAN BESAR

 

Hai, Rio Adi Gunawan disini saya ingin membagikan secara singkat perjalanan saya membangun bisnis dari NOL bahkan minus. Dan berharap tulisan ini memberikan pengaruh positif untuk anda.

 

Saya lahir dari keluarga yang bukan seorang pengusaha, di kota kecil bernama Jember - Jawa Timur, lebih tepatnya saya lahir di sebuah desa +- 12 km dari pusat kota jember " Desa Mayang " namanya.

 

90% masyarakat di desa saya lahir, memiliki mata pencaharian seorang PETANI TEMBAKAU, begitu pula ayah saya. 

bermain di gunung | tahun 2010

Ketika muda, saya sama seperti anak kampung pada umumnya. Bermain dengan teman - teman di kampung, baik bermain di atas gunung, mandi di sungai, ataupun di tepi pantai. 

Tidak ada hal yang spesial. Lucu memang ketika saya mengingat masa - masa kecil di desa Mayang tersebut. 


Namun yang 1 hal yang saya ingat pada waktu itu adalah " Tidak Pernah Mengeluh ". Saya sangat bangga lahir di sebuah desa, hidup mandiri, jauh dari hal - hal glamor. 

Yang ada di benak saya pada waktu itu adalah tumbuh dewasa sesuai dengan jalur yang benar.

DI TEMPA SECARA MENTAL & FISIK

UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG

Ini adalah salah satu hal yang pada akhirnya saya memahami bahwa seseorang yang sukses dalam hidupnya memiliki " MENTAL SEORANG PEMENANG "

 

Tepat di usia 11 tahun, pertama kali saya masuk kedalam pelatihan atlet bulutangkis profesional di kota jember. Tidak kurang dari 11 X dan 30 jam per-minggunya saya berada dilapangan bulutangkis.

 

Saya di tempa habis - habisan baik secara fisik ataupun mental untuk mampu menjadi yang terbaik. Tidak ada kata lelah, letih ataupun bosan selama saya berlatih sebagai atlet, meskipun dari usia 11 tahun hingga 17 tahun saya melakukan hal yang sama ber-ulang - ulang kali. 

Salah satu hal yang saya dapat di dunia atlet adalah " IMPIAN, KONSISTEN & KERJA KERAS " . Dan inilah yang membentuk kepribadian saya hingga hari ini. Sekaligus saya sangat bersyukur lahir di sebuah desa dan keluarga yang sangat sederhana serta penuh kekurangan, karena hal tersebut lah yang menempa kita tanpa kita menyadarinya.

BERKENALAN DENGAN INTERNET

Perkenalan saya dengan teknologi dan internet berawal di kelas 5 SD. Pada waktu itu saudara sepupu saya yang berusia 16 tahun mengajak untuk pergi ke warnet ( Warung Internet ), karena beliau sedang mengerjakan satu tugas sekolahnya dan membutuhkan internet.

 

Ini adalah kali pertama saya mengetahui ada 1 hal baru bernama " INTERNET ", beliau menunjukan saya 1 situs yaitu " Google™ ". Dari hal ini lah saya mulai menyukai yang namanya internet dan teknologi. 

Saya se-akan merasa bahwa dunia adalah didalam layar komputer warnet pada waktu itu. Saya bisa melihat foto artis, mendengarkan musik, dll.

 

Karena kurangnya biaya, saya hanya bisa pergi ke warnet 1X dalam seminggu, itu pun cuma 1 jam, pada waktu itu per-jamnya Rp 1.500 

 

Namun ke-ingin tahuan saya tentang dunia internet terus meningkat dan akhirnya saya berpikir " Bagaimana saya mampu pergi ke warnet dan menyewa hingga 2-3 jam ? " 

Dan hal tersebutlah yang membuat saya akhirnya mencoba peruntungan dengan berjualan di Internet. Barang pertama yang saya jual di Internet adalah " ALAT SULAP ". Tepat sekali pada waktu itu sedang trend kompetisi sulap di televisi RCTI bernama " THE MASTER "

100 JUTA PERTAMA DARI INTERNET

Banyak orang bilang bahwa " Sukses Tidak Pernah Instant ". Dan hal tersebut benar 100 %, namun hal yang menarik adalah saya mampu menghasilkan 100 juta pertama bahkan sejak 5 SD dengan berjualan alat sulap.

 

Dan hari ini saya menyadari bahwa saya melakukan hal tersebut dengan beberapa prinsip :

  • Punya alasan kuat
  • Tidak pikir panjang
  • Pemilihan waktu
  • Massive Action
  • Mengikuti metode dan cara yang berhasil

Tidak ada yang INSTANT, tapi ADA JALAN TOL

 

Hingga hari ini, saya masih mampu memainkan trip sulap +- 30 jenis. Saya mau sedikit memberi tahu anda buktinya di video. Keren Toh ?

HOW I PLAY MAGIC ( Video Dibawah )

BERHENTI DARI DUNIA ATLET

Pada usia 17 tahun, saya memutuskan untuk berhenti menjadi atlet. Salah satu alasannya karena karir yang tidak kunjung membaik & tidak mampu bersaing dengan pemain - pemain lain.

 

Dari kegagalan inilah saya belajar tentang yang namanya " BEKERJA PINTAR " , tidak cukup jika kita hanya mengandalkan kerja keras kita perlu kerja pintar.

 

Dan usia 17 tahun inilah saya di intruksikan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tidak mudah memang, karena kondisi orang tua kurang mampu untuk membiayai kuliah.

 

Hingga akhirnya orang tua meminjam dana untuk membiayai kuliah dibantu dengan uang yang saya kumpulkan sejak kecil. 

Tujuan utama melanjutkan studi adalah agar bisa bekerja di sebuah perusahaan baik & hal itu pula yang memutuskan saya memberanikan diri untuk merantau ke-kota jakarta. 

Dengan impian, dikota ini banyak lowongan pekerjaan dengan gaji yang baik.

 

Pada tahun 2012, saya sampai di kota Jakarta dan tinggal di sebuah rumah kost ber-ukuran 2x2 meter.

 

Dan di rumah kost inilah saya memahami perkataan banyak orang seperti " Jakarta Itu Keras " . 

 

Saya banyak berteman dengan kakak - kakak kelas yang sudah lulus 5 - 10 tahun, dan saya bertanya kepada mereka " Apa yang mereka lakukan sesudah lulus kuliah, dan bagaimana hasilnya ? " 

 

Hal inilah yang membuat saya berpikir ulang dan banting setir, karena 90 % dari mereka pada akhirnya menjadi karyawan dan menghasilkan 4 - 10 juta setiap bulannya, dan mirisnya mereka masih tinggal di rumah kost ukuran 2 x 2 meter

** Illustration

FOUNDER OF RAZER

1 SEMINAR YANG MENGUBAH SAYA

Tepat 10 November 2012 ( Hari Pahlawan ), saya masuk dalam  1 seminar bertemakan " Spirit Of Entrepreneurship " dengan narasumber waktu itu :

  • Joko Widodo ( Presiden Indonesia )
  • Hary Tanoe ( CEO MNC GROUP )
  • Andrie Wongso 

Seminar ini yang akhirnya membuat saya punya keputusan yang bulat untuk banting setir menjadi seorang pengusaha. 
 

Salah satu alasannya adalah karena kita bisa memberikan makan sekaligus memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain.

INVESTOR FACEBOOK - UBER

MENGAWALI SEBAGAI SEORANG SALESMAN

Awal mula, saya tidak langsung membangun perusahaan. Alasan terbesarnya adalah tidak memiliki modal yang cukup untuk membangun perusahaan.

 

Dengan pengalaman yang ada, saya bermula dari seorang salesman MLM, menjual produk - produk kesehatan dengan cara direct selling ataupun door to door.

 

Sangat bersyukur, karena dalam waktu yang singkat saya mampu untuk mendapatkan hasil, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

 

Namun, angin mengarahkan saya pada tahun 2014 untuk memutuskan " NAIK LEVEL ".

 

Dari yang sebelumnya hanya pasar Indonesia, saya mendapatkan tawaran untuk menjual produk dengan pasar Internasional.


Dari sinilah saya kembali bertemu dengan internet, teknologi dan digital.

KEMBALI MENDALAMI DUNIA DIGITAL

Pertengahan 2014, saya memutuskan untuk berhenti menjadi salesman MLM dan NAIK LEVEL untuk berbisnis internasional dengan " Affiliate Marketing "

 

Dan seperti yang saya perkirakan sebelumnya, saya mendapatkan kesuksesan begitu besar dalam industri ini, mulai dari ratusan hingga milyaran per bulannya dari pasar internasional.

 

Saya mencoba untuk mendalami hal ini dengan terus belajar dan menggunakan prinsip " Belajar Lebih Banyak & Cepat " . Saya mulai berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan Top - top Affiliate Marketer dunia.

Hingga pada tahun 2016 saya memutuskan untuk " NAIK LEVEL " lagi, dan mempersiapkan serta membangun perusahaan saya sendiri.

VISI KAMI :

Dan hari ini bukan lagi tentang saya bukan lagi tentang " Rio Adi Gunawan ". Saya membangun DigitalEntrepreneur.co.id untuk menjadi solusi sekaligus membantu orang - orang seperti anda dapat menemukan ide bisnis, memulai, dan mengembangkan kerajaan bisnis digital yang menguntungkan serta jangka panjang.

Apakah anda mau membangun

kerajaan bisnis digital yang menguntungkan ?

Resources

 

Customer reviews

Youtube channel

 

Connect With Me

 

Facebook

Instagram
Linkedin

Extras

 

Komunitas